Madrid - Meski Real Madrid sudah membeli banyak pemain bintang, Cristiano Ronaldo masih menganggap Barcelona adalah klub dengan permainan terbaik di Spanyol. Tapi dia yakin kondisi itu tak bertahan lama.
Tentunya bukan tanpa alasan kalau Ronaldo menyebut Barca punya permainan yang lebih baik dibanding klubnya. The Catalans memperagakan sepakbola yang jauh lebih matang lantaran anak asuh Pep Guardiola sudah bermain bersama sejak lama.
Kebersamaan dalam waktu yang panjang disebut mantan winger Manchester United itu jadi kunci terjalinnya kerjasama yang luar biasa di atas lapangan. Sementara Madrid malah kedatangan banyak pemain baru yang membuat mereka harus beradaptasi untuk bisa mencapai saling kepemahaman seperti musuh abadinya tersebut.
"Barcelona memainkan sepakbola yang lebih baik (dibanding Real), kenapa?" sahut Ronaldo setengah bertanya dalam wawancaranya dengan sebuah majalah Spanyol seperti diberitakan Reuters.
"Karena mereka sudah bersama untuk beberapa musim, bukan cuma dua bulan. Barca lebih baik dari kami saat ini, tapi pertanyaan sebenarnya adalah siapa yang akan berada di depan pada akhir musim nanti," sambung pesepakbola yang tengah dibebat cedera itu.
Selepas pekan ketujuh Liga Spanyol, Barcelona masih menunjukkan kalau mereka lebih baik dari Madrid. Itu setidaknya terlihat di klasemen sementara, di mana Carles Puyol dkk masih duduk di puncak klasemen dengan keunggulan satu angka atas Raul Gonzales cs yang setia menguntit di posisi dua.
( din / krs )
Kamis, 22 Oktober 2009
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.39.00 0 komentar
London - Tekanan kepada pelatih Abel Resino semakin kuat pasca kekalahan telak 0-4 Atletico Madrid dari Chelsea. Namun mengaku tidak mengkhawatir masa depannya yang di ujung tanduk itu.
Bertandang ke Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (22/10/09) dinihari WIB, Atletico menjadi bulan-bulanan Chelsea dengan kemasukan empat gol tanpa balas. Dengan hasil itu Los Colchoneros tak beranjak dari dasar klasemen Grup D dengan satu angka saja.
Secara umum kekalahan tersebut memperpanjang performa buruk Sergio Aguero dkk di musim ini. Di Liga Spanyol, Atletico yang biasa menghuni zona menengah ke atas, kini terjebak di posisi 15 dengan baru mengemas satu kali kemenangan, tiga kali kalah dan tiga kali seri.
Meski sudah menunjukkan performa buruk sejak awal musim, Presiden Atletico Enrique Cerezo tetap mengatakan bahwa posisi Resino yang ditunjuknya sebagai arsitek tim di musim panas ini tetap aman.
Namun belakangan Cerezo bisa jadi berubah pikiran setelah mendapati performa jeblok timnya yang semakin menjadi-jadi. Dia mengatakan bahwa Atletico memerlukan perubahan secara siginifikan secepatnya. Dalam dua laga terakhir yang dilakoni, tim ini kemasukan tujuh gol tanpa balas setelah di akhir pekan lalu Osasuna menggelontor mereka 3-0.
"Saya tidak tahu solusinya namun kami harus melakukan sesuatu," tukasnya di AS.
Sedangkan Resino pun sedikit banyak telah merasa bahwa posisinya sudah berada di ujung tanduk. Meski begitu dia tetap akan fokus memperbaiki penampilan anak asuhnya tanpa mempedulikan kursinya yang semakin santer digoyang.
"Saya tidak khawatir dengan situasi saya secara personal, tapi saya cemas dengan tim," ujarnya.
"Saya tidak bisa mengatakan siapa yang bisa disalahkan. Tugas saya adalah untuk mencari solusi. Dan apa yang perlu dilakukan adalah tetap tenang, tidak panik dan bekerja keras untuk laga mendatang." ( a2s / din )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.36.00 0 komentar
London - Tekanan kepada pelatih Abel Resino semakin kuat pasca kekalahan telak 0-4 Atletico Madrid dari Chelsea. Namun mengaku tidak mengkhawatir masa depannya yang di ujung tanduk itu.
Bertandang ke Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (22/10/09) dinihari WIB, Atletico menjadi bulan-bulanan Chelsea dengan kemasukan empat gol tanpa balas. Dengan hasil itu Los Colchoneros tak beranjak dari dasar klasemen Grup D dengan satu angka saja.
Secara umum kekalahan tersebut memperpanjang performa buruk Sergio Aguero dkk di musim ini. Di Liga Spanyol, Atletico yang biasa menghuni zona menengah ke atas, kini terjebak di posisi 15 dengan baru mengemas satu kali kemenangan, tiga kali kalah dan tiga kali seri.
Meski sudah menunjukkan performa buruk sejak awal musim, Presiden Atletico Enrique Cerezo tetap mengatakan bahwa posisi Resino yang ditunjuknya sebagai arsitek tim di musim panas ini tetap aman.
Namun belakangan Cerezo bisa jadi berubah pikiran setelah mendapati performa jeblok timnya yang semakin menjadi-jadi. Dia mengatakan bahwa Atletico memerlukan perubahan secara siginifikan secepatnya. Dalam dua laga terakhir yang dilakoni, tim ini kemasukan tujuh gol tanpa balas setelah di akhir pekan lalu Osasuna menggelontor mereka 3-0.
"Saya tidak tahu solusinya namun kami harus melakukan sesuatu," tukasnya di AS.
Sedangkan Resino pun sedikit banyak telah merasa bahwa posisinya sudah berada di ujung tanduk. Meski begitu dia tetap akan fokus memperbaiki penampilan anak asuhnya tanpa mempedulikan kursinya yang semakin santer digoyang.
"Saya tidak khawatir dengan situasi saya secara personal, tapi saya cemas dengan tim," ujarnya.
"Saya tidak bisa mengatakan siapa yang bisa disalahkan. Tugas saya adalah untuk mencari solusi. Dan apa yang perlu dilakukan adalah tetap tenang, tidak panik dan bekerja keras untuk laga mendatang." ( a2s / din )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.36.00 0 komentar
Madrid - Hanya dalam kurun tiga pekan, Real Madrid menelan dua kekalahan. Punya skuad mentereng dan mempraktekkan permainan bagus, Pellegrini mulai gusar mengaku khawatir.
Madrid menderita kekalahan pertamanya musim ini saat bertandang ke Sevilla dua pekan lalu. Di laga pertama mereka tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo, yang mengalami cedera, Los Merengues menyerah atas tuan rumah dengan skor 1-2.
Dinihari tadi kembali pil pahit ditelan Raul Gonzalez dkk saat ditundukkan AC Milan 2-3. Kali ini kekalahan tersebut terasa lebih menyesakkan karena didapat saat bertanding di kandang sendiri, Estadio Santiago Bernabeu.
Di dua kompetisi tersebut, La Liga dan Liga Champions, posisi Madrid sesungguhnya masih sangat aman. Tapi buat sang pelatih, dua hasil buruk dalam kurun dua pekan tersebut sudah membuatnya gusar dan khawatir.
"Setiap kekalahan menjadi perhatian besar kami. Kami kalah atas Sevilla dan Milan, dua tim yang lebih terlatih dibanding kami. Namun dalam kondisi normal, ya, saya akan katakan kalau itu mengkhawatirkan," ungkap Pellegrini seperti diberitakan Marca.
Dengan nilai enam, Madrid cuma kalah rekor head to head atas AC Milan yang sementara jadi pemuncak Grup C. Sementara di La Liga Primera, jalan Merengues juga masih sangat aman mengingat roda kompetisi yang masih panjang dan ketertinggalan yang cuma satu angka atas Barcelona di posisi teratas.
"Saya tak berpikir kalau permainan bagus yang kami peragakan justru menjadi titik lemah. Sebaliknya, saat kami tidak bermain bagus, tim lawan mampu memanfaatkannya mencuri kesempatan. "Kami punya dua tujuan saat ini, lolos dari fase grup Liga Champions dan melaju dengan mulus di kompetisi lokal," pungkas dia.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.36.00 0 komentar
Villareal - Villarreal saat ini tengah terpuruk di dasar klasemen sementara La Liga. Meski begitu, para pemain Kapal Selam Kuning tetap percaya sepenuhnya kepada pelatih Ernesto Valverde.
Dalam lima musim terakhir, Villarreal hampir selalu berada di jajaran lima besar. Namun kini kondisi tim yang bermarkas di Stadion El Madrigal itu sangat memprihatinkan.
Hingga jornada ketujuh, racikan Ernesto Valverde masih belum bisa meraih kemenangan. Tiga kali seri dan empat kekalahan adalah torehan dari pelatih berusia 45 tahun itu.
Hasil teraktual yang diapat Villarreal adalah kekalahan dari tim promosi Xerez, akhir pekan lalu. Hasil ini membawa Robert Pires dkk. tertanam di dasar klasemen sementara.
Meski pencapaian Valverde sejauh ini tak memuaskan, namun ia masih mendapatkan dukungan penuh dari para pemain.
"Kami menaruh kepercayaan penuh kepada pelatih dan kami ingin dia bersama kami di sepanjang musim ini," demikian disampaikan gelandang Santiago Cazorla, seperti dilansir dari Reuters.
"Pelatih telah bekerja dengan baik. Andai kami kembali kalah di laga melawan Malaga akhir pekan nanti, kami tidak pernah terpikir bahwa dia tidak akan melatih tim ini lagi."
Pemain nasional Spanyol itu menilai bahwa para pemain tim berjuluk El Submarino Amarillo itu masih terus beradaptasi dengan sistem Valverde. Pasalnya, selama lima tahun terakhir Villarreal ditangani oleh pelatih yang sama, yakni Manuel Pellegrini.
"Kami kini ada di peringkat paling bawah, karena masih banyak hal di mana kami harus melakukan penyesuaian. Kami harus segera menemukan apa yang salah, jadi kami tak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan itu di partai-partai selanjutnya," tuntas Cazorla. ( nar / a2s )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.34.00 0 komentar
Jakarta - Barcelona dan Real Madrid secara mengejutkan menelan kekalahan di kandang sendiri pada pentas Liga Champions. Laga di pekan delapan akan jadi jadi ajang pelampiasan keduanya, selain tentunya menjaga persaingan.
Matchday III Liga Champions jadi mimpi buruk buat klub Spanyol. Tercatat cuma Sevilla yang mampu memetik kemenangan setelah menang telak dengan skor 3-1 saat menyambangi Stuttgart di Grup G
Sementara dua raksasa Matador justru menelan kekalahan yang sangat mengejutkan. Barcelona tunduk 1-2 saat menjamu Rubin Kazan sementara Real Madrid bertekuk lutut saat disambangi AC Milan dengan skor 2-3.
Peluang Los Merengues dan El Barca melakukan pelampiasan atas kekalahan di Liga Champions berpeluang terjadi lantaran mereka akan menghadapi tim dengan posisi di bawahnya.
Di kandangnya sendiri, Stadion Nou Camp, Barcelona akan menjamu Real Zaragoza. Tak terkalahkan di tujuh pertandingan sepanjang musim ini, pasukan Pep Guardiola harusnya bisa menjaga posisi teratas klasemen dengan meraih tiga poin.
Duduk di posisi 14 klasemen, Zaragoza saat ini baru memetik dua kemenangan dan dua hasil imbang serta menelan tiga kekalahan. Dari tiga laga tandang yang sudah dijalani skuad besutan Marcelino GarcĂa Toral, mereka cuma berhasil meraih satu poin saat menahan Sporting de Gijon, sedang dua lainnya berkesudahan dengan kekalahan.
Jalan yang mungkin lebih terjal akan dilewati Madrid saat harus melawat ke Sporting Gijon. Fakta bahwa Madrid terlihat kurang bertaji tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo harusnya bisa segera ditutupi Manuel Pellegrini jika mau terus membuntuti El Barca di posisi teratas.
Setelah menelan kekalahan atas Sevilla, Madrid memang mampu menundukkan Valladolid akhir pekan lalu. Namun tiga angka yang didapat Raul Gonzalez cs datang melalui proses yang tak mudah karena tim tamu bisa sampai melesakkan dua gol.
Kalau duo Madrid dan Barca berpeluang besar menang, maka kondisi yang berkebalikan dialami Atletico Madrid. Kalah 0-4 atas Chelsea dinihari tadi bisa akan berlanjut di akhir pekan nanti.
Meski punya nama-nama besar macam Diego Forlan, Kun Aguero dan Simao Sabrosa, Los colchoneros seret kemenangan di musim ini. Dari 10 pertandingan yang sudah dimainkan musim ini mereka cuma menorehkan rekor 1-4-5.
Setelah tumbang di tangan Deportivo La Coruna pekan kemarin, Sevilla akan berusaha bangkit dan melajutkan pengejarannya pada Madrid dan Barca dengan memetik kemenangan atas Espanyol.
Bertanding di depan publiknya sendiri, Stadion Vicente Calderon, perjuangan Sevilla bisa jadi tak akan mudah. Soalnya dari tiga laga tandang yang sudah dilewati, Espanyol berhasil mengumpulkan empat poin hasil sekali menang, imbang dan kalah.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.34.00 0 komentar
Bologna - Gelombang pemecatan pelatih terus berlanjut di Seri A. Kini giliran Bologna yang mendepak Giuseppe Papadopulo dan menunjuk Franco Colomba sebagai pengganti.
Pengumuman resmi pemecatan Papadopulo diberikan Rabu (21/10/2009) dinihari WIB. "Bologna FC 1909 mengumumkan telah mencopot Papadopoulo dari jabatannya. Kami berterimakasih atas kinerjanya untuk klub selama ini," demikian keterangan klub seperti dilansir dari Football-Italia.
"Dewan klub sepakat untuk menunjuk Franco Colomba yang akan diperkenalkan kepada pers, Rabu (21/10/2009) siang (waktu setempat)."
Colomba adalah eks pemain Bologna di awal 1970-an. Ia memulai debutnya di Rossoblu pada tahun 1973. Ia sempat meninggalkan pasukan Renato dall'Ara, dan kembali bergabung ke Bologna pada tahun 1977 hingga 1983.
Ia pernah melatih di Reggina, Vicenza, Napoli, Livorno, Cagliari, dan Verona.
Bologna bukan tim pertama di Seri A musim ini yang melakukan perubahan di kursi pelatih mereka. Hal serupa telah dilakukan AS Roma, Napoli, dan Livorno, beberapa waktu sebelumnya.
Bologna saat ini terpaku di zona degradasi tepatnya di peringkat ke-18 klasemen sementara Seri A. ( nar / arp )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.33.00 0 komentar
ilan - Tidak ada pernyataan ekspresif dari bos besar Inter Milan, Massimo Moratti, saat dimintai komentarnya tentang pasukan Jose Mourinho yang belum bisa memetik kemenangan di Liga Champions musim ini.
Sejumlah wartawan setempat mencegat Moratti di kantornya pada hari Rabu (21/10/2009), setelah malamnya Inter bermain 2-2 dengan Dynamo Kiev di Giuseppe Meazza. Itulah hasil imbang ketiga dari tiga pertandingan yang telah dilakoni Javier Zanetti di Grup F.
"Saya tidak marah atau merasa kecewa atas hasil seri tadi malam. Liga Champions turnamen yang kita semua setara," ujar Moratti seperti dilansir Football Italia.
"Grup kami sangat sulit. Sudah begitu dari awalnya. Ada empat tim yang semuanya adalah juara di negara masing-masing."
Barcelona yang adalah juara Spanyol dan juara bertahan di Eropa, di malam yang sama tumbang untuk pertama kalinya di musim ini oleh jawara Rusia, Rubin Kazan, di Nou Camp. Kedua tim itu dan Dynamo Kiev sama-sama mengantongi nilai empat, sedangkan Inter baru tiga. ( a2s / arp )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.33.00 0 komentar
Turin - Laga Juventus versus Maccabi Haifa malam ini akan menjadi pesta perpisahan Giovanni Cobolli Gigli dengan Olimpico Grande Torino. Sang presiden Bianconeri itu segera melepas jabatannya itu.
Bahwa Cobolli Gigli akan lengser sudah diputuskan sejak awal bulan ini. Namun, kapan persisnya ia akan mundur rupanya Rabu (21/10/2009) malam atasu Kamis dinihari WIB, tepat ketika Juve memainkan laga ketiganya di Liga Champions di kandang sendiri.
Dilaporkan Tuttosport, pria 64 tahun itu akan mengucap salam perpisahan dengan tifosi Juventus dan mengakhiri tiga tahun kepemimpinannya, yang dimulai pada musim panas 2006, ketika "Si Nyonya Tua" diturunkan ke Seri B gara-gara skandal Calciopoli.
Suksesor Cobolli Gigli hampir dipastikan adalah Jean Claude Blanc, yang di eranya menjabat direktur manajer. Meski demikian penetapan Blanc masih harus melewati ratifikasi dari para pemilik saham klub berusia 112 tahun itu.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.32.00 0 komentar
Jakarta - Ryan Giggs kembali menorehkan catatan rekor. Golnya ke gawang Tottenham Hotspur membuatnya memperpanjang rekor sebagai pemain yang mencetak gol di setiap musim Premier League.
Giggs menyumbangkan satu gol saat membantu Manchester United mengalahkan Spurs 3-1 di Stadion White Hart Lane, Minggu (13/9/2008) dinihari WIB. Winger MU ini mencetak gol tersebut lewat tendangan bebasnya.
Gol ke gawang Spurs tersebut ternyata memiliki arti penting. Giggs menjadi satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol setaip musim berturut-turut sejak format Premier League diperkenalkan pada musim 1992/1993.
Ini juga menjadi gol pertamanya di musim 2009/2010. Pemain berusia 35 tahun ini pun senang masih dapat terus mencetak gol di setiap musim namun dia berharap masih dapat mencetak banyak gol lagi bagi MU di musim ini.
"Saya bangga bisa mencetak gol di setiap musim tapi berharap bukan hanya ini. Saya tak ingin hanya ini gol saya di musim. Berharap saya bisa mencetak gol lagi," ungkap Giggs seperti dilansir Sky Sports.
Total Giggs telah 18 musim selalu mencetak gol. Sedangkan pesaingnya yaitu Garry Speed mencetak gol di 16 musim Premier League, tapi sudah sulit mengejarnya karena sejak 2008 dia bermain bersama klub Championship, Sheffield United.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.31.00 0 komentar
London - Claudio Ranieri saat ini memang tengah membesut AS Roma. Namun mantan pelatih Chelsea itu mengisyaratkan bahwa dirinya ingin kembali lagi ke tanah Inggris di masa mendatang.
Ranieri pernah selama empat tahun tinggal di negeri Ratu Elzabeth kala menukangi The Blues dari tahun 2000-2004. Dalam periode itu ia memang tidak bisa mempersembahkan titel. Pencapaian terbaiknya hanya runner-up liga di tahun musim 2003/04 dan finalis Piala FA di tahun 2002.
Meski tidak berhasil menorehkan satu gelar pun, rupanya Ranieri tetap tertarik untuk melatih tim dari Liga Primer lagi. Hal itu diutarakannya saat kembali ke Inggris ketika memenuhi undangan Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti untuk menyaksikan laga melawan Altletico Madrid pada Rabu (21/10/09) malam waktu setempat.
Dalam kesempatan itu ia juga mengenang bahwa dirinya sama sekali tidak ingin meninggalkan Stamford Bridge. Ranieri sendiri pisah jalan dengan 'Si Biru' setelah manajemen tim ini lebih memilih Jose Mourinho yang sebelumnya menjuarai Liga Champions bersama Porto.
"Tentu saja saya ingin kembali ke Chelsea dan menyelesaikan pekerjaan saya namun hal itu tidak terjadi. Dan sekarang saya telah kembali ke Roma tempat di mana saya lahir dan klub yang saya dukung," tukasnya di Mirror Football.
"Jika saja ini bukan Roma, sebenarnya ada peluang untuk kembali dan melatih tim Inggris. Mungkin di lain waktu saya akan kembali," sambungnya.
Pelatih berjuluk Tinkerman itu melatih Roma sejak tanggal 1 September silam menggantikan Luciano Spaletti yang mengundurkan diri. Ranieri sendiri dikenal sebagai pelatih yang gemar berpetualang di negeri orang. Tercatat ia telah menangani 11 klub di tiga negara, Italia, Spanyol dan Inggris.
( krs / din )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.31.00 0 komentar
London - Claudio Ranieri saat ini memang tengah membesut AS Roma. Namun mantan pelatih Chelsea itu mengisyaratkan bahwa dirinya ingin kembali lagi ke tanah Inggris di masa mendatang.
Ranieri pernah selama empat tahun tinggal di negeri Ratu Elzabeth kala menukangi The Blues dari tahun 2000-2004. Dalam periode itu ia memang tidak bisa mempersembahkan titel. Pencapaian terbaiknya hanya runner-up liga di tahun musim 2003/04 dan finalis Piala FA di tahun 2002.
Meski tidak berhasil menorehkan satu gelar pun, rupanya Ranieri tetap tertarik untuk melatih tim dari Liga Primer lagi. Hal itu diutarakannya saat kembali ke Inggris ketika memenuhi undangan Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti untuk menyaksikan laga melawan Altletico Madrid pada Rabu (21/10/09) malam waktu setempat.
Dalam kesempatan itu ia juga mengenang bahwa dirinya sama sekali tidak ingin meninggalkan Stamford Bridge. Ranieri sendiri pisah jalan dengan 'Si Biru' setelah manajemen tim ini lebih memilih Jose Mourinho yang sebelumnya menjuarai Liga Champions bersama Porto.
"Tentu saja saya ingin kembali ke Chelsea dan menyelesaikan pekerjaan saya namun hal itu tidak terjadi. Dan sekarang saya telah kembali ke Roma tempat di mana saya lahir dan klub yang saya dukung," tukasnya di Mirror Football.
"Jika saja ini bukan Roma, sebenarnya ada peluang untuk kembali dan melatih tim Inggris. Mungkin di lain waktu saya akan kembali," sambungnya.
Pelatih berjuluk Tinkerman itu melatih Roma sejak tanggal 1 September silam menggantikan Luciano Spaletti yang mengundurkan diri. Ranieri sendiri dikenal sebagai pelatih yang gemar berpetualang di negeri orang. Tercatat ia telah menangani 11 klub di tiga negara, Italia, Spanyol dan Inggris.
( krs / din )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.31.00 0 komentar
Jakarta - Serbuan penyerang top ke skuad Manchester City di musim ini sempat memunculkan prediksi bahwa Craig Bellamy akan tergusur ke bangku cadangan. Sejauh ini prediksi itu salah, bahkan sebaliknya.
Roque Santa Cruz, Emmanuel Adebayor dan Carloz Tevez bergabung ke City of Manchester Stadium, meramaikan lini depan The Citizens. Kedatangan mereka telah memakan "korban": Jo dipinjamkan lagi ke Everton, Valeri Bojinov dioper ke Parma.
Bellamy dan Benjani Mwaruwari bertahan di dalam tim, tapi nama kedua sudah nyaris tak terdengar lagi. Adapun Bellamy masih ditulis pers, bahkan dalam satu bulan ini tergolong sering.
Bukan sekadar kontroversinya memukul seorang penonton yang masuk lapangan saat berakhirnya derby Manchester, tapi ia memang sedang menampilkan permainan yang menonjol. Dalam tujuh pertandingan di Premiership sejauh ini, sudah empat gol ia buat. Bersama Adebayor ia adalah top skorer City saat ini.
Fakta yang cukup istimewa adalah Bellamy sanggup mencetak gol dalam pertarungan besar. Saat City menang 4-2 atas Arsenal, misalnya, ia menyumbang satu gol. Dalam derby Manchester, ia mengukir dua gol, walaupun timnya kalah 3-4.
Ketajaman bomber bandel asal Wales itu terlihat lagi dalam laga terakhir City tadi malam, atau Selasa (6/10/2009) dinihari WIB. Bellamy menjadi penyelamat timnya dengan mencetak gol penyama di menit 68, untuk memaksakan hasil imbang 1-1 di kandang Aston Villa.
"Dia bermain kesetanan saat ini," puji manajer Mark Hughes, dikutip dari AFP. "Tak soal di posisi mana saya memakai dia, dia masih memiliki dampak positif di pertandingan, seperti juga di malam ini."
"Dia bermain dengan kepercayaan diri yang hebat. Dia selalu berpikir bahwa dia adalah pemain terbaik dan dia memang hampir selalu begitu."
Sembilan hari setelah dibawa Hughes ke Manchester, Bellamy langsung mencetak gol dalam debutnya melawan Newcastle United pada 28 Januari 2009. Saat itulah dia menjadi pemain kelima dalam sejarah yang pernah menorehkan gol untuk enam klub yang berbeda di level Premier League. Sebelumnya ia pernah berseragam Coventry City, Newcastle, Blackburn Rovers, Liverpool, dan West Ham United.
Meski sedang on-fire, tapi Bellamy tetap harus mewaspadai tingginya kompetisi interen di City. Soalnya Santa Cruz sudah pulih dan Robinho pun suatu saat akan kembali dari masa cedera. Tapi bahwa dia mampu menjaga ketajamannya, itu modal besar untuk tetap bersaing di tim bertabur penyerang top.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.30.00 0 komentar
Liverpool - Glen Johnson tak ingin melewati laga big macth menghadapi Manchester United. Bek Liverpool ini yakin sudah fit saat skuadnya menjamu MU di Anfield akhir pekan ini.
Johnson absen saat Liverpool menelan kekalahan atas Lyon di Liga Champions Rabu (21/10/2009) kemarin. Bek internasional Inggris ini dibekap cedera pangkal paha sebelum The Reds kalah dari Suderland.
Tentu saja absennya Johnson dirasakan sebagai sebuah kehilangan besar buat Rafael Benitez yang kini semakin mendapatkan tekanan. Manajer The Reds itu terpaksa memainkan bek berusia 20 tahun, Martin Kelly, saat menghadapi Lyon.
Namun, Johnson rupanya tidak ingin melewati laga melawan MU dan siap untuk memperkuat barisan pertahanan The Kop. Ia yakin sudah pulih dari cederanya sebelum MU bertandang ke Anfield.
"Hari ini semakin baik, saya yakin sudah baik untuk laga Minggu ini. Kami belum melakukan tes, hanya melakukan pijatan ringan tapi tampaknya sudah lebih bebas daripada kemarin," ungkap Johnson seperti dilansir Soccernet.
Johnson juga melihat bahwa Fernando Torres juga punya peluang besar untuk bermain menghadapi MU. Namun dia tidak begitu pasti mengenai kondisi Steven Gerrard setelah ditraik keluar saat bermain 25 menit menghadapi Lyon.
"Saya pikir Nando (Torres) sudah akan membaik untuk pertandingan Minggu ini. Namun saya tidak begitu yakin mengenai kondisi Stevie," kata pemain yang diboyong Liverpool dari Portsmouth ini. ( key / din )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.30.00 0 komentar
Liverpool - Meski Liverpool tengah menjalani fase buruk di kompetisi lokal dan Liga Champions, Rafael Benitez bisa jadi tak akan dipecat. Dia punya senjata Rp 308 M untuk memaksa petinggi The Reds menahannya di Anfield.
Rafa kini dalam ancaman pemecatan setelah dia gagal memberi hasil terbaik pada Liverpool dalam beberapa pekan terakhir. The Reds bahkan dipaksa menelan empat kekalahan beruntun setelah ditundukkan Olympique Lyon di Liga Champions.
Rentetan kekalahan Liverpool terancam makin panjang lantaran akhir pekan ini akan menghadapi Manchester United. Kalau "Si Merah" kurang diunggulkan meski bermain di kandangnya sendiri, itu lantaran bakal absennya dua pilar utama: Fernando Torres dan Steven Gerrard.
Tapi kalaupun akhirnya kalah atas The Red Devils, Rafa mungkin tak akan langsung dapat surat PHK. Soalnya jika petinggi Liverpool nekat mengambil keputusan tersebut, maka mereka harus membayar Rafa uang kompensasi sebesar 20 juta poundsterling atau sekitar Rp 308 miliar.
Inilah yang jadi senjata pelatih Spanyol itu untuk untuk menghindari ancaman ditendang dari Anfield. Demikian diberitakan Dailymail.
Saat ini kontrak Rafa bersama Liverpool masih tersisa 4,5 tahun lagi. Dengan bayaran permusim sebesar 4,5 juta poundsterling, maka "Si Merah" harus membayar sebesar 20 juta poundsterling jika memberhentikan mantan pelatih Valencia itu. Itu belum termasuk beberapa staff yang dibawa Rafa dan hampir dipastikan bakal ikut angkat kaki jika Senor berusia 49 tahun itu diberhentikan.
Liverpool sepertinya tak mau mengikuti jejak Chelsea yang sempat kehilangan uang sampai 23 juta poundsterling saat memberhentikan Jose Mourinho dua tahun lalu. ( din / krs )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.29.00 0 komentar
Paris - Juara dunia reli Sebastien Loeb sempat direncanakan akan membalap di GP F1 Abu Dhabi pekan depan. Namun rencana tersebut batal kaerna Loeb gagal dapat super license.
Permohonan Loeb untuk mendapatkan super license, semacam 'Surat Izin Mengemudi' untuk seorang pembalap F1, telah ditolak oleh Federasi Otomobil Internasional (FIA).
Loeb dikabarkan akan ambil bagian dalam GP Abu Dhabi membela Toro Rosso.
"Saya tidak menyesal karena saya memang tak berambisi. Satu-satunya penyesalan saya adalah seharusnya itu menjadi kesenangan buat saya," kata Loeb di situs pribadinya yang dikutip Reuters.
Beberapa waktu lalu, Loeb yang memegang lima titel juara dunia reli (WRC) sempat melakukan tes bersama Red Bull. Alhasil, rumor bahwa pria Prancis berusia 35 tahun itu akan menyeberang ke ajang jet darat pun mulai timbul.
Tapi Loeb tak perlu terlalu kecewa. Akhir pekan ini, ia akan memburu gelar juara dunia WRC keenamnya dengan berlomba di Reli Inggris, balapan terakhir musim ini. Saat ini, Loeb berada di posisi kedua klasemen WRC, satu poin di bawah Mikko Hirvonen.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.29.00 0 komentar
London - Periode musim gugur telah menjadi salah satu batu sandungan signifikan untuk Arsenal musim lalu. Berdasarkan pengalaman tersebut, 'Gudang Peluru' pun diingatkan agar lajunya tak kembali menemui hambatan serupa.
Pada musim gugur --sekitar bulan September, Oktober dan November-- musim lalu, Arsenal mengalami tiga kekalahan yang disebut sudah menggerus peluang mereka mengejar gelar.
Dimulai dari kekalahan 1-2 dari Hull bulan September, Arsenal lantas kalah lagi pada bulan November yakni atas Stoke City dan Aston Villa. Kekalahan itu dialami kendati di atas kertas Arsenal seharusnya bisa menggungguli lawan-lawannya.
Akhir pekan ini tim Arsene Wenger tersebut akan bersua dengan West Ham yang di atas kertas juga bakal bisa diatasi. Namun, pengalaman di periode autumn lalu sudah mengajarkan Robin Van Persie untuk terus waspada.
"Tahun lalu kami kalah di sejumlah laga di mana kami harusnya bisa menang dan kemudian kami imbang di lima partai beruntun. Kami harus menghindari yang seperti itu lagi. Waktu yang akan menunjukkan sebagus apa kami nanti," tegas tumpuan lini depan Arsenal itu di The Sun.
"Kami sudah memainkan delapan partai dan menang di enam laga. Tampak bagus untuk kami selama kami bisa konsisten lawan tim-tim kecil. Kami harus terus mendapatkan tiga angka dari mereka," lanjut Van Persie.
Meski begitu, West Ham yang akan dihadapi juga tak bisa disepelekan begitu saja mengingat duel keduanya adalah pertarungan antara dua tim satu kota yang umumnya berjalan sengit. Apalagi Arsenal nanti akan jadi tim tamu.
"West Ham sedang kurang oke tapi bertandang ke sana selalu sulit. Kami sedang bagus tapi harus tetap hati-hati karena ini adalah derby. Kami harus tampil 100 persen," sambung Gael Clichy yang adalah bek Arsenal.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.28.00 0 komentar
Liverpool - Liverpool tengah menjalani salah satu periode terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir. Bakal menjamu Manchester United, The Reds akan memanfaatkannya untuk mendongkrak kepercayaan diri.
Liverpool yang telah menelan tiga kekalahan away secara beruntun di semua kompetisi tidak mendapat perbaikan hasil saat bermain di depan pendukungnya sendiri. Menjamu Lyon dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/10/09) dinihari WIB, Steven Gerrard cs kalah 1-2.
Kenyataan pahit itu menunjukkan bahwa dukungan Anfield tidak banyak membantu performa mereka yang tengah terpuruk. 'Si Merah' pun tidak bisa beralibi bahwa penampilan melempem mereka disebabkan kerasnya laga tandang.
Dengan catatan buruk yang masih membayang, Liverpool sudah dinanti MU yang siap mendatangi mereka akhir pekan ini. 'Setan Merah' jelas bukan lawan sembarangan mengingat status mereka sebagai juara bertahan liga selama tiga tahun beruntun dan jadi pemuncak klasemen sementara.
Namun Liverpool tetap akan mencoba berpikir positif. Tim Marseyside ini akan memanfaatkan nama besar MU sebagai kentungan bagi mereka saat harus berhadapan pada Minggu (25/10/2009) mendatang.
Jika mampu membekuk tim dengan profil tinggi macam The Red Devils, mental pemain-pemain Liverpool dinilai akan langsung bangkit untuk menuntaskan tren negatif.
"Menekuk United bisa menjadi dorongan moral yang tengah kami butuhkan. Kami selalu dapat bangkit, karena begitulah kami," tukas bek Liverpool, Jamie Carragher di Sky Sport.
"Selalu menjadi laga yang hebat saat berhadapan dengan United, dan itu yang kami perlukan. Jika kami menang itu akan memberi setiap orang peningkatan semangat."
Apa yang dituturkan Carragher ini diamini oleh rekannya, Fabio Aurelio. Menurutnya kekuatan Liverpool masih sama dengan periode sebelumnya namun hanya sedang berada dalam situasi yang tak mendukung saja.
"Kami masih pemain-pemain yang sama dengan tahun lalu yang bermain cukup baik. Jadi kami berlu membawa kekuatan itu di saat ini." ( din / krs )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.27.00 0 komentar
Fiorano - Di GP terakhir kalender F1 tahun 2009, sudah tidak ada apa-apa yang bisa diperebutkan. Bagi Ferrari, target mereka cuma mengamankan posisi ketiga di klasemen konstruktor.
Akhir pekan lalu di GP Brasil, semuanya memang telah ditentukan. Juara dunia pembalap jadi milik Jenson Button dan Brawn GP berhak menjadi juara dunia konstruktor.
Ferrari melangkah ke GP Brasil dengan masih menggenggam posisi tiga, unggul dua angka dari McLaren. Tapi karena hasil dua pembalapanya yang buruk, Lo Scuderia harus rela posisinya disalip The Silver Arrows yang kini memimpin satu poin.
"Jelas kami sangat kecewa karena kami kehilangan angka yang ingin kami raih. Tapi itulah yang terjadi," komentar prinsipal Ferrari Stefano Domenicali seperti dikutip Sky Sports.
Sebagai pengoleksi 16 titel juara konstruktor F1, Ferrari tak mau menjadi pecundang. Di GP pamungkas di Abu Dhabi, 1 November, 'Kuda Jingkrak' berjanji untuk melakukan upaya sekeras mungkin untuk merebut lagi posisi tiga dari tangan McLaren.
"Kami harus terus berjuang karena kami tahu segalanya masih bisa terjadi," kata Domenicali.
"Kami akan pergi ke Abu Dhabi dengan mengetahui hal itu akan sangat berat. Tapi jangan pernah menyerah. Satu angka tidak berarti apa-apa dan kami akan bertarung hingga akhir. Inilah tujuan akhir kami di penghujung musim," tutupnya.
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.27.00 0 komentar
Liverpool - Posisi Rafael Benitez di Liverpool dikabarkan terancam. Namun manajer Liverpool ini boleh bernafas lega karena salah satu pemilik klub, George Gillett, menyatakan mendukungnya.
Benitez sedang mendapatkan tekanan setelah Liverpool menelan kekalahan atas Lyon 1-2 di Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu bahkan sudah mendapatkan sorotan saat skuadnya kalah dari Sunderland pekan kemarin.
Itu merupakan kekalahan keempat Liverpool di Premier League musim ini. Spekulasi pun merebak bahwa jabatan Benitez akan ditentukan atas hasil menghadapi Manchester United di Anfield akhir pekan ini.
Para suporter The Kop juga telah menunjukkan kekecewaan mereka kepada mantan pelatih Valencia. Benitez mendapatkan cemoohan dari fans di Anfield saat dia menggantikan Yossi Benayoun dengan Andry Voronin saat menghadapi Lyon.
Namun, salah satu pemilik klub, Gillett, masih tetap memberikan dukungan penuh kepada Benitez. Apalagi pelath berusia 49 tahun ini beberapa bulan lalu baru saja diikat kontrak yang cukup lama di Merseyside hingga 2014.
"Kami telah melakukan kesepakatan panjang dengan Rafa. Keluarga kami sangat senang luar biasa dengannya, kami percaya penuh kepadanya begitu juga dengan bisnis ini," kata Gillett seperti dilansir Soccernet.
"Hasil yang dilewati mengecewakan setiap orang. Tentu saja, itu mengecewakan fans dan juga Rafa sendiri. Saya melihatnya saat wawancara di televisi dan saya tahu dia kecewa. Kami semua kecewa, namun kami tetap bersama," ujarnya. ( key / krs )
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 05.26.00 0 komentar
