PALEMBANG- Negoisasi Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, dan Ismed Sofyan rupanya menemui jalan buntu. Sebab, trio Persija ini membandrol harga jauh diatas permintaan Sriwijaya FC. Menanggapi hal ini, akhirnya Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Dodi Reza Alex turun tangan.
“Kami tim lima tidak bisa mengambil keputusan karena tingginya harga yang di berikan Ponaryo, Ismed dan Bambang. Saat ini semuanya kami serahkan kepada Direktur Utama untuk menyelesaikan hal ini,” ujar Ketua Tim Lima, Hendri Zainuddin.
Sriwijaya sendiri membandrol Ponaryo Astaman Rp800 Juta-Rp850 Juta, Bambang Pamungkas Rp850 Juta-Rp900 Juta dan Ismed Sofyan kisaran Rp750 Juta-Rp850 Juta. Tapi pihak Ponaryo, Bambang dan Ismed rata-rata mematok harga diatas Rp1 Miliar.
“Memang harga pemain sekelas Timnas cukup tinggi. Tapi kami hanya bisa mematok harga kisaran Rp900 Juta. Hal ini sesuai dengan dana yang dimiliki Sriwijaya musim ini,” lanjutnya.
Tapi, pihak Sriwijaya menjanjikan akan segera memboyong trio Persija ini. Pasalnya, dalam waktu kurang lebih tiga hari lagi, pihak Sriwijaya bisa memboyong Ponaryo, Bambang, dan Ismed ke Palembang. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa menemukan kata sepakat,” imbuhnya.
Gagal membawa trio Persija, tim berjuluk Laskar wong Kito ini tidak patah arang. Pasalnya, tim double winner 2007 ini sudah menyiapkan sederet pemain pengganti. Bambang sendiri akan di gantikan oleh Budi Sudarsono (SFC), atau Ahmad Rivai (Persitara). Posisi Ponaryo Astaman akan di gantikan oleh Hariono (Persib) atau Wijay (SFC). Sedangkan posisi Ismed Sofyan rencananya akan kembali diisi oleh Cristian Warobay.
“Kami tetap mencari alternatif untuk menggantikan pemain yang gagal kami rekrut. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. (mg43)
Tampilkan postingan dengan label sumeks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumeks. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Juli 2009
Temui Jalan Buntu
Label: sumeks
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 04.58.00 0 komentar
Sabtu, 18 Juli 2009
Ferry Diancam Penelpon Gelap
GARA-gara berkomentar soal bom JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7) lalu, kiper All Stars Indonesia, Ferry Rotinsulu, diancam orang tak dikenal (OTD) via telepon.
OTD tersebut mengatakan Ferry dan keluarganya mesti hati-hati. Dia tidak senang dengan apa yang diungkapkan kiper kelahiran Palu (Sulteng), 28 Desember 1982 di sebuah stasiun TV nasional kemarin sore (17/7).
Sayang, kiper utama Sriwijaya FC enggan berkomentar soal ancaman yang diterimanya. Dia mengaku tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. “Sudahlah. Tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Mungkin teman-teman pemain yang usil,” ungkap Ferry kepada Sumatera Ekspres, kemarin (18/7).
Namun, tak urung konsenterasi Ferry terganggu. Langkah cepat pun diambil manajer timnas All Stars Indonesia, Andi Darussalam Tabussala. Dia melaporkan ancaman tersebut ke Mabes Polri, Sabtu (18/7) pukul 09.00 WIB.
Andi sendiri tidak membantah soal ancaman terhadap Ferry. Bahkan, dia sempat menelpon si pengancam. “Suaranya serak. Itu yang saya tau,” ungkap Andi.
Menurutnya, apa yang diungkapkan Ferry di TV hanyalah komentar biasa. “Komentarnya standard. Dia tidak memojokkan siapapun. Dia hanya mengutuk pelaku pemboman dan mengungkapkan kesediannya atas kejadian itu,” pungkas Andi. (mg2/jpnn)
OTD tersebut mengatakan Ferry dan keluarganya mesti hati-hati. Dia tidak senang dengan apa yang diungkapkan kiper kelahiran Palu (Sulteng), 28 Desember 1982 di sebuah stasiun TV nasional kemarin sore (17/7).
Sayang, kiper utama Sriwijaya FC enggan berkomentar soal ancaman yang diterimanya. Dia mengaku tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. “Sudahlah. Tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Mungkin teman-teman pemain yang usil,” ungkap Ferry kepada Sumatera Ekspres, kemarin (18/7).
Namun, tak urung konsenterasi Ferry terganggu. Langkah cepat pun diambil manajer timnas All Stars Indonesia, Andi Darussalam Tabussala. Dia melaporkan ancaman tersebut ke Mabes Polri, Sabtu (18/7) pukul 09.00 WIB.
Andi sendiri tidak membantah soal ancaman terhadap Ferry. Bahkan, dia sempat menelpon si pengancam. “Suaranya serak. Itu yang saya tau,” ungkap Andi.
Menurutnya, apa yang diungkapkan Ferry di TV hanyalah komentar biasa. “Komentarnya standard. Dia tidak memojokkan siapapun. Dia hanya mengutuk pelaku pemboman dan mengungkapkan kesediannya atas kejadian itu,” pungkas Andi. (mg2/jpnn)
Label: sumeks
Diposting oleh Eldo Fadzhani di 22.27.00 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)

