Kamis, 22 Oktober 2009

London - Periode musim gugur telah menjadi salah satu batu sandungan signifikan untuk Arsenal musim lalu. Berdasarkan pengalaman tersebut, 'Gudang Peluru' pun diingatkan agar lajunya tak kembali menemui hambatan serupa.

Pada musim gugur --sekitar bulan September, Oktober dan November-- musim lalu, Arsenal mengalami tiga kekalahan yang disebut sudah menggerus peluang mereka mengejar gelar.

Dimulai dari kekalahan 1-2 dari Hull bulan September, Arsenal lantas kalah lagi pada bulan November yakni atas Stoke City dan Aston Villa. Kekalahan itu dialami kendati di atas kertas Arsenal seharusnya bisa menggungguli lawan-lawannya.

Akhir pekan ini tim Arsene Wenger tersebut akan bersua dengan West Ham yang di atas kertas juga bakal bisa diatasi. Namun, pengalaman di periode autumn lalu sudah mengajarkan Robin Van Persie untuk terus waspada.

"Tahun lalu kami kalah di sejumlah laga di mana kami harusnya bisa menang dan kemudian kami imbang di lima partai beruntun. Kami harus menghindari yang seperti itu lagi. Waktu yang akan menunjukkan sebagus apa kami nanti," tegas tumpuan lini depan Arsenal itu di The Sun.

"Kami sudah memainkan delapan partai dan menang di enam laga. Tampak bagus untuk kami selama kami bisa konsisten lawan tim-tim kecil. Kami harus terus mendapatkan tiga angka dari mereka," lanjut Van Persie.

Meski begitu, West Ham yang akan dihadapi juga tak bisa disepelekan begitu saja mengingat duel keduanya adalah pertarungan antara dua tim satu kota yang umumnya berjalan sengit. Apalagi Arsenal nanti akan jadi tim tamu.

"West Ham sedang kurang oke tapi bertandang ke sana selalu sulit. Kami sedang bagus tapi harus tetap hati-hati karena ini adalah derby. Kami harus tampil 100 persen," sambung Gael Clichy yang adalah bek Arsenal.

Liverpool - Liverpool tengah menjalani salah satu periode terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir. Bakal menjamu Manchester United, The Reds akan memanfaatkannya untuk mendongkrak kepercayaan diri.

Liverpool yang telah menelan tiga kekalahan away secara beruntun di semua kompetisi tidak mendapat perbaikan hasil saat bermain di depan pendukungnya sendiri. Menjamu Lyon dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/10/09) dinihari WIB, Steven Gerrard cs kalah 1-2.

Kenyataan pahit itu menunjukkan bahwa dukungan Anfield tidak banyak membantu performa mereka yang tengah terpuruk. 'Si Merah' pun tidak bisa beralibi bahwa penampilan melempem mereka disebabkan kerasnya laga tandang.

Dengan catatan buruk yang masih membayang, Liverpool sudah dinanti MU yang siap mendatangi mereka akhir pekan ini. 'Setan Merah' jelas bukan lawan sembarangan mengingat status mereka sebagai juara bertahan liga selama tiga tahun beruntun dan jadi pemuncak klasemen sementara.

Namun Liverpool tetap akan mencoba berpikir positif. Tim Marseyside ini akan memanfaatkan nama besar MU sebagai kentungan bagi mereka saat harus berhadapan pada Minggu (25/10/2009) mendatang.

Jika mampu membekuk tim dengan profil tinggi macam The Red Devils, mental pemain-pemain Liverpool dinilai akan langsung bangkit untuk menuntaskan tren negatif.

"Menekuk United bisa menjadi dorongan moral yang tengah kami butuhkan. Kami selalu dapat bangkit, karena begitulah kami," tukas bek Liverpool, Jamie Carragher di Sky Sport.

"Selalu menjadi laga yang hebat saat berhadapan dengan United, dan itu yang kami perlukan. Jika kami menang itu akan memberi setiap orang peningkatan semangat."

Apa yang dituturkan Carragher ini diamini oleh rekannya, Fabio Aurelio. Menurutnya kekuatan Liverpool masih sama dengan periode sebelumnya namun hanya sedang berada dalam situasi yang tak mendukung saja.

"Kami masih pemain-pemain yang sama dengan tahun lalu yang bermain cukup baik. Jadi kami berlu membawa kekuatan itu di saat ini." ( din / krs )

Fiorano - Di GP terakhir kalender F1 tahun 2009, sudah tidak ada apa-apa yang bisa diperebutkan. Bagi Ferrari, target mereka cuma mengamankan posisi ketiga di klasemen konstruktor.

Akhir pekan lalu di GP Brasil, semuanya memang telah ditentukan. Juara dunia pembalap jadi milik Jenson Button dan Brawn GP berhak menjadi juara dunia konstruktor.

Ferrari melangkah ke GP Brasil dengan masih menggenggam posisi tiga, unggul dua angka dari McLaren. Tapi karena hasil dua pembalapanya yang buruk, Lo Scuderia harus rela posisinya disalip The Silver Arrows yang kini memimpin satu poin.

"Jelas kami sangat kecewa karena kami kehilangan angka yang ingin kami raih. Tapi itulah yang terjadi," komentar prinsipal Ferrari Stefano Domenicali seperti dikutip Sky Sports.

Sebagai pengoleksi 16 titel juara konstruktor F1, Ferrari tak mau menjadi pecundang. Di GP pamungkas di Abu Dhabi, 1 November, 'Kuda Jingkrak' berjanji untuk melakukan upaya sekeras mungkin untuk merebut lagi posisi tiga dari tangan McLaren.

"Kami harus terus berjuang karena kami tahu segalanya masih bisa terjadi," kata Domenicali.

"Kami akan pergi ke Abu Dhabi dengan mengetahui hal itu akan sangat berat. Tapi jangan pernah menyerah. Satu angka tidak berarti apa-apa dan kami akan bertarung hingga akhir. Inilah tujuan akhir kami di penghujung musim," tutupnya.

Liverpool - Posisi Rafael Benitez di Liverpool dikabarkan terancam. Namun manajer Liverpool ini boleh bernafas lega karena salah satu pemilik klub, George Gillett, menyatakan mendukungnya.

Benitez sedang mendapatkan tekanan setelah Liverpool menelan kekalahan atas Lyon 1-2 di Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu bahkan sudah mendapatkan sorotan saat skuadnya kalah dari Sunderland pekan kemarin.

Itu merupakan kekalahan keempat Liverpool di Premier League musim ini. Spekulasi pun merebak bahwa jabatan Benitez akan ditentukan atas hasil menghadapi Manchester United di Anfield akhir pekan ini.

Para suporter The Kop juga telah menunjukkan kekecewaan mereka kepada mantan pelatih Valencia. Benitez mendapatkan cemoohan dari fans di Anfield saat dia menggantikan Yossi Benayoun dengan Andry Voronin saat menghadapi Lyon.

Namun, salah satu pemilik klub, Gillett, masih tetap memberikan dukungan penuh kepada Benitez. Apalagi pelath berusia 49 tahun ini beberapa bulan lalu baru saja diikat kontrak yang cukup lama di Merseyside hingga 2014.

"Kami telah melakukan kesepakatan panjang dengan Rafa. Keluarga kami sangat senang luar biasa dengannya, kami percaya penuh kepadanya begitu juga dengan bisnis ini," kata Gillett seperti dilansir Soccernet.

"Hasil yang dilewati mengecewakan setiap orang. Tentu saja, itu mengecewakan fans dan juga Rafa sendiri. Saya melihatnya saat wawancara di televisi dan saya tahu dia kecewa. Kami semua kecewa, namun kami tetap bersama," ujarnya. ( key / krs )

Jakarta - Niat timnas Indonesia menjalani ujicoba melawan Iran pada 7 November terpaksa dibatalkan. Sebagai pengganti, Badan Tim Nasional (BTN) dan PSSI memilih SIngapura sebagai pengganti.

Ujicoba melawan Iran dibatalkan karena ada situasi yang tidak memungkinkan dari pihak Iran. Demikian juga dengan Irak yang sempat dibidik sebagai calon lawan untuk 'Merah Putih'.

"Untuk saat ini, di Iran dan Irak, mereka sedang menjalani kompetisi. Jadi sulit untuk dapat mengurus masalah ujicoba," kata Sekretaris Jendral PSSI Nugraha Besoes dalam rilis yang diterima detiksport.

Selain alasan kondisi tim yang belum lengkap, konon tidak adanya penyesuaian tanggal penetapan ujicoba juga membuat PSSI membatalkan rencana laga bertanding dengan tim yang rawan konflik politik ini.

"Pilihan paling logis berlatih tanding dengan Singapura. Jadi kami pastikan untuk timnas senior akan menghadapi laga persahabatan melawan Singapura," jelas Nugraha.

Uji tanding ini sedianya akan dilaksanakan pada 2 November. Pertandingan itu dipakai untuk melihat kondisi para pemain timnas jelang laga Pra Piala Asia 2011 menghadapi Kuwait pada 14 dan 18 November.

"Ujicoba selesai, sehari kemudian, kami segera kembali ke Jakarta. Dan tidak ada agenda ujicoba berikutnya. Timnas akan bertolak ke Kuwait dari Jakarta, pada 6 November," jelas pelatih timnas, Benny Dollo.

Jakarta - Valentino Rossi cukup finis posisi keempat di GP Malaysia untuk menjadi juara dunia. Namun The Doctor menegaskan dirinya tetap memburu kemenangan. Menurutnya kehilangan podium bukan cara yang bagus untuk merengkuh gelar juara dunia.

Rossi tinggal sejengkal untuk mempertahankan titel juara dunianya. Unggul 38 poin dengan dua balapan sisa, The Doctor cuma butuh finis keempat di Sepang (25/10/2009).

Pembalap asal Italia itu bersyukur atas keunggulan angka yang dia miliki. Namun bukan berarti di sisa dua balapan ia tidak ingin tampil ngotot guna mengejar kemenangan.

"Saya akan berusaha menang di Sepang. Meskipun gelar juara dunia tetap akan saya dapatkan bila Jorge Lorenzo menang dan saya cukup finis keempat, namun itu bukan hal yang saya inginkan," seru Rossi seperti dikutip dari Autosport.

"Kehilangan podium bukanlah cara yang bagus untuk merengkuh gelar juara dunia. Jadi, kami harus tampil agresif di Sepang nanti," tegas pembalap FIAT Yamaha tersebut.

Hal yang mendasari ambisi besar Rossi untuk tetap meraih podium pertama adalah demi meraih kesempurnaan.

"Masih ada dua balapan tersisa, kini poin saya 270. Akan sangat menyenangkan bila saya bisa menyempurnakannya menjadi 300. Bila itu terjadi, maka itu artinya kualitas yang kita miliki benar-benar baik," ujar Rossi.

The Doctor, memiliki catatan apik di Sepang. Dalam lima gelaran terakhir, Rossi menang tiga kali, sekali runner up, dan sekali finis di luar podium, yakni kelima di tahun 2007.

"Balapan nanti akan menguras fisik. Balapan di Sepang merupakan yang terberat di musim ini. Lima putaran terakhir merupakan yang paling sulit, di mana kondisi itu ditambah dengan panas yang menyengat," tuntas Rossi.
( nar / arp )

Jakarta - Valentino Rossi ada di posisi terdepan untuk meraih gelar juara dunia. Meski masih terus dibayangi Jorge Lorenzo, Rossi diyakini akan tetap juara. Seorang Mick Doohan bahkan siap mempertaruhkan uangnya untuk itu.

Dengan dua seri tersisa, Rossi ada di posisi pertama klasemen dengan poin 270. Lorenzo yang rekan satu timnya di Fiat Yamaha bercokol di posisi dua dengan angka 232 alias terpaut 38 poin.

Mengingat masih ada dua seri untuk mereguk angka, Lorenzo di atas kertas masih mungkin menyalip Rossi di akhir musim kendati Doohan si juara dunia lima kali di kelas 500cc memprediksi tidak akan begitu.

"Valentino punya keunggulan yang nyaman dan dia adalah pembalap cerdas yang sudah memenangi kejuaraan dunia sebelumnya, jadi dia takkan berbuat hal konyol. Uangku aku pertaruhkan untuk Valentino karena pengalamannya," ucap Doohan di MCN.

"Dia sudah ada sejak lama dan dia sudah banyak mengantongi kemenangan dan kejuaraan, dan dia tahu apa yang harus dilakukan," lanjut dia.

Lorenzo sendiri tahun ini baru menjalani musim keduanya di kelas MotoGP.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Bridal Gowns. Powered by Blogger